KKN Kelompok 55 UPN “Veteran” Jawa Timur Gelar Gerakan Tani Produktif di Desa Purworejo
Kolaborasi KKN Kelompok 55 UPN “Veteran” Jawa Timur, GAPOKTAN, PPL, dan Pemdes Purworejo menghadirkan Gerakan Tani Produktif guna meningkatkan keterampilan petani melalui edukasi penanganan hama, demonstrasi alat penebar pupuk semi-otomatis dan alat pengolahan biochar.

Foto Bersama KKN Kelompok 55 UPNVJT, GAPOKTAN, dan PPL Desa Purworejo
Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN Kelompok 55
Purworejo, 4 Agustus 2026 – KKN Kelompok 55 UPN “Veteran” Jawa Timur bersama Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menggelar Gerakan Tani Produktif di Balai Desa Purworejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani melalui penerapan teknologi tepat guna dalam kegiatan pertanian.
Gerakan Tani Produktif disusun berdasarkan persoalan yang dihadapi petani dalam kegiatan budidaya. Keluhan mengenai hama dan penyakit tanaman menjadi salah satu persoalan yang disampaikan kepada tim KKN. Dari hasil observasi, tim juga menemukan proses pemupukan masih dilakukan secara manual, sementara bonggol jagung dan sekam padi yang tersedia di lingkungan masyarakat belum dimanfaatkan secara optimal.
Ketua KKN Kelompok 55, Kevin Alifian Putra, mengatakan temuan tersebut menjadi dasar tim dalam menentukan materi dan teknologi yang diperkenalkan kepada petani. “Awalnya dari hasil observasi tim KKN. Kami melihat pemupukan di sini masih dilakukan secara manual, kemudian limbah seperti bonggol jagung dan sekam padi juga belum dimanfaatkan dengan baik. Dari situ kami mencoba menghadirkan teknologi yang sederhana dan sesuai dengan kebutuhan petani,” ujar Kevin.
Rangkaian kegiatan diawali dengan demonstrasi alat penebar pupuk semi-otomatis oleh Yusuf, mahasiswa Agribisnis sekaligus anggota Tim KKN Kelompok 55. Selain memperkenalkan fungsi alat pemupukan, ia juga memaparkan pemanfaatan limbah bonggol jagung dan sekam padi untuk diolah menjadi biochar sebagai alternatif pembenah kualitas tanah. Pemilihan teknologi dan bahan baku tersebut didasari atas kondisi serta ketersediaan limbah pertanian yang melimpah di Desa Purworejo.
“Harapannya, alat ini dapat membuat proses pemupukan menjadi lebih cepat dan merata, sementara pengolahan biochar bisa membantu memperbaiki kualitas tanah petani,” ujar Yusuf.
Pemaparan dan Demonstrasi Alat oleh Mahasiswa KKN Kelompok 55 UPNVJT
Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN Kelompok 55
Usai demonstrasi dan pemaparan teknologi, para peserta mengikuti sesi diskusi interaktif mengenai operasional alat serta penanganan hama dan penyakit tanaman. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Purworejo, Bapak Udin, memberikan pemahaman terkait pentingnya pengendalian hama secara bijak dengan mengutamakan pengamatan dan metode hayati sebelum menggunakan bahan kimia.

Demonstrasi Alat oleh Mahasiswa KKN Kelompok 55 UPNVJT dengan GAPOKTAN
Sumber: Dokumentasi Pribadi KKN Kelompok 55
Kepala Desa Purworejo, Ibu Sumi, menyambut baik dan mengapresiasi hadirnya Gerakan Tani Produktif di desanya. Menurutnya, inovasi yang dibawakan mahasiswa KKN sangat relevan dengan kebutuhan para petani setempat. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengenalan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kondisi pertanian di desa. Kami berharap pengetahuan ini dapat terus diterapkan oleh petani, serta kolaborasi antara KKN, kelompok tani, dan pemerintah desa dapat terus berlanjut,” ungkap Sumi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua GAPOKTAN Desa Purworejo, Bapak Sugiyono, S.Pd., juga memberikan respons positif terhadap inovasi yang dibawakan oleh mahasiswa KKN. Menurutnya, alat penebar pupuk semi-otomatis dan pemanfaatan biochar membawa manfaat nyata bagi para anggota GAPOKTAN.
“Kedua alat itu semuanya bermanfaat. Yang pertama, satu untuk membantu memperingan tenaga petani dengan adanya alat semi-modern untuk pemupukan. Yang kedua, biochar ini adalah inovasi yang baru untuk petani kita, kemungkinan besar kalau ini dipraktikkan sangat membantu terhadap pengelolaan tanaman,” tutur Sugiyono.
Antusiasme juga ditunjukkan oleh perwakilan petani setempat, Bapak Sahit. Ia mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pembuatan serta penyerapan biochar dan berencana menerapkannya secara berkelanjutan. “Insyaallah akan saya terapkan bersama dengan anggota GAPOKTAN lainnya,” ungkap Sahit.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Tim KKN Kelompok 55 secara simbolis menyerahkan unit alat penebar pupuk dan alat pembuat biochar kepada GAPOKTAN Desa Purworejo untuk menunjang kegiatan pertanian warga ke depan.

