Sosialisasi dan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2026 Digelar di Desa Purworejo
Sosialisasi ini menjadi forum penting untuk membangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Bojonegoro, 27 Juli 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan sosialisasi dalam rangka pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2026 di Desa Purworejo. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 Juli 2026.
Acara dihadiri dan dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi, S.STP., MM., Kepala Desa Purworejo, Ibu Sumi, serta sejumlah unsur terkait. Peserta kegiatan meliputi Bhabinkamtibmas, Babinsa, Bidan Desa, Kader PKK, Guru, Kader Desa, Linmas, dan Tokoh Masyarakat, dan juga Narasumber Acara Sunandar Prihanto dari BPBD Kabupaten Bojonegoro.

Sosialisasi ini menjadi forum penting untuk membangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. Melalui pembentukan Destana, masyarakat diharapkan mampu mengenali risiko bencana, menyusun langkah-langkah pengurangan risiko, serta meningkatkan kemampuan dalam melakukan penanganan secara mandiri dan terkoordinasi.
Keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Desa Purworejo sebagai desa yang tangguh dan siaga bencana. Sinergi antara pemerintah desa, BPBD, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat diharapkan dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana di tingkat desa.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan dan berdiskusi mengenai potensi ancaman bencana, pemetaan risiko, kesiapsiagaan, serta peran masing-masing unsur dalam menghadapi keadaan darurat. Hasil musyawarah tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan rencana kerja Destana Desa Purworejo.
Dengan adanya pembentukan Destana Tahun 2026, Desa Purworejo diharapkan semakin siap, tanggap, dan mampu bangkit ketika menghadapi bencana. Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang aman dan berketahanan.
